, , ,

Harga Minyak Turun Nyaris 1 Persen Usai Irak Kembali Ekspor

oleh -959 Dilihat

Langsa – Harga Minyak Turun dunia kembali mengalami penurunan pada awal pekan ini.

Penurunan tersebut tercatat hampir menyentuh angka 1 persen dalam perdagangan internasional.

Salah satu faktor utama yang memicu pelemahan harga adalah kembalinya ekspor minyak dari Irak.

Irak, sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia, sempat menahan ekspor dari beberapa ladang penting.

Penundaan ekspor tersebut sebelumnya mendorong harga minyak global naik akibat kekhawatiran pasokan.

Namun kini, dengan dimulainya kembali pengiriman minyak dari Irak, sentimen pasar mulai berubah.

Pasokan yang bertambah membuat tekanan terhadap harga minyak mentah tak terhindarkan.

Menurut laporan Bloomberg dan Reuters, harga minyak Brent turun sekitar 0,9 persen pada perdagangan terakhir.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga ikut melemah di kisaran yang sama.

Harga Minyak Turun
Harga Minyak Turun

 

Baca Juga : Panen Raya Jagung Bareng Kapolri, Zulhas Apresiasi Polri

Kembalinya ekspor dari wilayah Kurdistan utara Irak menjadi katalis utama pelemahan ini.

Wilayah tersebut sempat terhambat ekspornya akibat perselisihan antara pemerintah pusat Irak dan otoritas Kurdi.

Setelah adanya kesepakatan baru, ekspor dari pipa Irak-Turki pun kembali normal.

Penambahan pasokan global memberi sinyal bahwa tidak akan ada kekurangan dalam waktu dekat.

Ini membuat pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi harga ke depan dengan lebih konservatif.

Investor pun mulai melepas posisi beli mereka, menyebabkan harga minyak melemah.

Di sisi lain, data ekonomi dari Amerika Serikat juga turut memengaruhi pergerakan harga minyak.

Permintaan energi di AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan seiring inflasi dan suku bunga tinggi.

Situasi ini membuat pelaku pasar mengantisipasi potensi permintaan yang lebih rendah dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, laporan mingguan dari Energy Information Administration (EIA) yang akan dirilis juga dinantikan.

Laporan tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas tentang stok minyak dan konsumsi domestik AS.

Jika persediaan menunjukkan peningkatan signifikan, maka harga minyak bisa kembali tertekan.

Dalam beberapa pekan terakhir, volatilitas harga minyak sangat tinggi akibat ketegangan geopolitik dan isu pasokan.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.