, ,

Shock Culture Pramuka Muslim Dunia Saat Jambore: Budaya Salim, Ngomong Lu-Gue

oleh -1240 Dilihat

Langsa – Shock Culture Jambore Dunia Pramuka selalu menjadi ajang pertemuan budaya dari berbagai negara dan latar belakang.

Peserta Pramuka dari berbagai negara mayoritas Muslim seperti Mesir, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi mengalami shock culture saat berinteraksi dengan Pramuka asal Indonesia.

Hal yang membuat mereka terkejut bukanlah soal makanan atau pakaian, tetapi kebiasaan sosial yang khas ala anak muda Indonesia.

Shock Culture
Shock Culture

 

Baca Juga : Menteri Pigai Minta Area Demo di Halaman DPR Dipertimbangkan Serius

Salah satu budaya yang membuat peserta asing keheranan adalah budaya “salim” atau mencium tangan orang yang lebih tua.

Perbedaan cara bicara ini sempat menciptakan jarak, namun kemudian justru menjadi topik hangat yang mempererat persahabatan antar peserta.

Para pembina dari Indonesia akhirnya menjelaskan bahwa “lu-gue” adalah bahasa gaul khas Jakarta, dan tidak selalu mencerminkan kurangnya sopan santun.

Budaya Pramuka Indonesia yang santai, ramah, dan penuh tawa juga menjadi perhatian peserta lain.

Peserta dari negara-negara dengan sistem kepramukaan yang sangat formal sempat merasa heran melihat Pramuka Indonesia yang ekspresif dan penuh improvisasi.

Salah satu peserta asal Qatar mengaku kagum dengan kekompakan yel-yel dan kreativitas pertunjukan seni yang dibawakan oleh kontingen Indonesia.

“Mereka seperti satu keluarga besar, sangat hangat dan menyenangkan,” ujarnya.

Namun tidak semua pengalaman awalnya berjalan mulus, karena perbedaan kultur juga menimbulkan kesalahpahaman kecil.

Misalnya saat peserta Indonesia menepuk pundak atau memegang bahu saat bercanda, yang dalam beberapa budaya dianggap terlalu akrab atau tidak pantas.

Begitu pula dengan kebiasaan makan bersama dari satu wadah, yang ternyata tidak lazim bagi sebagian peserta dari Eropa atau Afrika Utara.

Meski begitu, justru perbedaan-perbedaan kecil inilah yang menciptakan ruang untuk saling mengenal lebih dalam.

Panitia Jambore pun menyediakan sesi “Intercultural Exchange” yang mempertemukan para peserta untuk berbagi cerita dan budaya.

Dalam sesi ini, peserta Indonesia menjelaskan filosofi salim sebagai bentuk penghormatan kepada yang lebih tua dan adat ketimuran Mereka juga membagikan bagaimana

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.