Jeritan Langsa – Prabowo secara terbuka memuji sosok Nachrowi Ramli sebagai perwira yang sangat disiplin dan patuh pada aturan. Ia menceritakan bagaimana sahabatnya itu selalu menjadi teladan bagi rekan-rekan sejawat dalam menjalankan tugas kenegaraan. Namun, Kelakar Presiden Prabowo Munas tersebut semakin pecah ketika ia membandingkan kedisiplinan Nachrowi dengan kepribadiannya sendiri di masa muda yang ia sebut sedikit nakal dan sering melanggar batasan.

“Dia ini sangat disiplin, sedangkan saya dulu agak nakal,” ujar Prabowo yang langsung disambut tawa riuh para hadirin. Meski mengakui sifat nakalnya di masa lalu, Prabowo menutup candaannya dengan sebuah fakta yang tak terbantahkan mengenai garis tangan seseorang. Ia dengan bangga namun tetap jenaka menekankan bahwa meski dulunya nakal, kini ia memegang tanggung jawab tertinggi sebagai Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga : Penyelundupan Sabu Modus Sabun Digagalkan di Lapas Langsa
Pesan Kepemimpinan Melalui Candaan Hangat
Di balik suasana santai tersebut, Prabowo sebenarnya sedang menunjukkan kedewasaan dalam kepemimpinan dan pentingnya hubungan baik antar kawan lama. Kelakar Presiden Prabowo Munas kali ini membuktikan bahwa persaingan atau perbedaan kepribadian di masa lalu tidak menghalangi kolaborasi di masa depan. Ia mengajak seluruh anggota IPSI untuk mencontoh semangat persaudaraan tersebut dalam membangun organisasi pencak silat ke arah yang lebih profesional.
Prabowo juga menekankan bahwa disiplin merupakan kunci utama bagi seorang atlet maupun pemimpin. Ia berharap Munas IPSI 2026 ini melahirkan pengurus-pengurus yang memiliki integritas tinggi seperti sosok Nachrowi. Namun tetap memiliki fleksibilitas dalam menghadapi tantangan zaman. Kehadiran Presiden dalam acara ini sekaligus mempertegas komitmen pemerintah untuk terus mendukung pelestarian budaya pencak silat sebagai identitas bangsa di mata dunia internasional. Pertemuan hangat ini menutup sesi pembukaan dengan optimisme tinggi bagi masa depan olahraga bela diri Indonesia.







