, , ,

Benturan Kepala Diduga Picu Siswa SMP di Palembang Tewas di Selokan Sekolah

oleh -766 Dilihat

Langsa – Benturan Kepala Diduga Suasana duka menyelimuti lingkungan SMP Negeri di kawasan Sukarami, Palembang, setelah seorang siswa laki-laki berinisial AM (14) ditemukan tewas di dalam selokan sekolah, pada Selasa (5/11) sore. Insiden tragis ini mengejutkan pihak sekolah, orang tua, hingga masyarakat sekitar.

Dugaan awal menyebutkan, AM meninggal akibat benturan keras di bagian kepala yang membuatnya kehilangan kesadaran sebelum akhirnya tercebur ke dalam selokan di area belakang sekolah. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian siswa kelas VIII tersebut.


Ditemukan oleh Petugas Kebersihan Sekolah

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan sekolah, sekitar pukul 16.00 WIB, usai jam pelajaran berakhir dan sebagian besar siswa telah pulang. Saat membersihkan area belakang sekolah, petugas itu melihat sesosok tubuh mengapung di selokan, masih mengenakan seragam SMP lengkap.

“Saya kira boneka, tapi setelah didekati ternyata anak sekolah. Saya langsung teriak minta tolong,” ungkap Sutarmi (50), petugas kebersihan yang menemukan korban pertama kali.

Benturan Kepala Diduga
Benturan Kepala Diduga

Baca Juga : Rokok Ilegal Miras Senilai Rp 74 Miliar Dimusnahkan Bea Cukai

Guru dan penjaga sekolah kemudian segera mengevakuasi korban dan melaporkannya ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, tim Inafis Polrestabes Palembang bersama petugas Dinas Kesehatan datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan luka lebam di bagian kepala belakang korban, yang diduga kuat akibat benturan benda tumpul atau terjatuh dengan keras.


Saksi Teman Sekelas: “Sempat Terjatuh Saat Bermain”

Beberapa teman korban mengaku sempat bermain bersama AM di area halaman belakang sebelum kejadian. Menurut pengakuan mereka, korban sempat terpeleset dan kepalanya terbentur tembok atau pinggiran beton selokan saat berlari.

“Kami lagi main kejar-kejaran waktu jam istirahat. Dia sempat jatuh, tapi katanya nggak apa-apa. Kami pikir cuma luka biasa,” kata salah satu teman sekelas, yang enggan disebutkan namanya.

Setelah insiden itu, korban diketahui masih mengikuti pelajaran hingga jam sekolah berakhir. Namun, menurut guru piket, korban tidak langsung pulang dan sempat terlihat sendirian di area belakang sekolah. Dugaan sementara, korban merasa pusing atau kehilangan keseimbangan akibat benturan sebelumnya, lalu terjatuh ke selokan tanpa sempat meminta pertolongan.


Polisi Lakukan Autopsi dan Periksa Saksi

Kapolsek Sukarami, Kompol Rachmat Wahyudi, membenarkan adanya temuan jasad siswa tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara Palembang untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

“Dari hasil awal, ada luka benturan di bagian kepala. Tapi kami masih menunggu hasil autopsi lengkap dari dokter forensik. Semua kemungkinan masih kami dalami, apakah murni kecelakaan atau ada unsur lain,” ujar Kompol Rachmat, Rabu (6/11).

Pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk guru piket, teman sekelas korban, dan petugas kebersihan yang menemukan jasad. Polisi juga menyita rekaman CCTV di sekitar area belakang sekolah untuk menelusuri kronologi pasti kejadian.

“Kita sudah ambil CCTV. Hasilnya akan sangat menentukan apakah korban benar-benar jatuh sendiri atau ada yang terlibat,” tambah Rachmat.


Pihak Sekolah Berduka dan Siap Bertanggung Jawab

Kepala sekolah, Sri Handayani, M.Pd, mengaku sangat terpukul atas peristiwa ini. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan berjanji akan bekerja sama penuh dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan.

“Kami sangat berduka. AM adalah anak yang sopan dan rajin. Tidak ada catatan kenakalan. Kami berharap keluarga diberi ketabahan dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Sri saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, setelah kejadian, pihak sekolah langsung menggelar doa bersama dan konseling untuk para siswa yang turut menyaksikan atau mengenal korban. Beberapa guru juga mendampingi keluarga korban di rumah duka di kawasan Talang Jambe, Palembang.


Keluarga Minta Penjelasan Penuh

Keluarga korban masih shock dan tidak menyangka kehilangan AM dengan cara yang tragis. Ayah korban, Supriyadi (41), berharap kepolisian bisa mengusut tuntas kejadian ini agar tidak menimbulkan dugaan-dugaan lain.

“Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Anak kami sehat, ceria, dan tidak pernah punya masalah di sekolah,” ujarnya sambil menahan tangis.

Keluarga juga berharap pemerintah kota maupun pihak sekolah bisa meningkatkan keamanan dan pengawasan di area sekolah, terutama di titik-titik yang berpotensi membahayakan siswa seperti selokan terbuka, pagar curam, dan area belakang sekolah yang sepi.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.